Rabu, 22 Desember 2010
Sabtu, 18 Desember 2010
Langit surga untukmu ibunda
Aku disini termenung menatap lelapmu, sungguh aku takkan berani melakukan ini ketika kau terjaga. Karena aku tak mampu menatap sorot matamu ketika kau menatapku lembut.
Ada kekhawatiran yang tersirat di balik tatapan lembutmu. ”kapan kau akan berhenti dari rutinitasmu ini, anakku?”
Tanpa lisanmu terucap pun, binar matamu cukup mewakilinya..
Aku tak mampu menjawabnya, ibu...
Bukan karena aku tak miliki jawabannya.
Tapi biarkan Langit surga yang akan menceritakannya untukmu suatu saat nanti
Aku berjanji akan baik-baik saja disini, bertahan untuk mengumpulkan puing-puing kebahagiaan abadi untukmu, dan bukan kebahagiaan semu
Ya, aku memang tak seperti mereka yang telah mampu membahagiakan kedua orang tuanya dengan kebahagiaan materi. Bukan pula mereka yang mulai sibuk menyiapkan masa depannya.
Aku masih disini dengan segudang agenda dakwah kampusku.
Ibu, aku ingin kau tau betapa indahnya jalan ini. Jalan yang telah membuat kakiku tak mampu berhenti melangkah sebelum langit surga ku tatap, bersamamu....
Ibu, ketika aku berkejar-kejaran dengan waktu di jalan ini, jangan kira aku tak mengingatmu. Justru, wajahmu lah yang menguatkanku agar aku segera bangkit setiap kali terjatuh.
Terangi jalan ini dengan ridhomu,ibu...
Agar aku mampu menapakinya dengan tegar, setegar hatimu
Ijinkan aku tetap berada di jalan ini, ibu...
Karena aku yakin di ujung perjalanan panjang ini ada kebanggaan dan kebahagiaan yang akan ku persembahkan untukmu...
Aku memang tak mampu menghadiahkanmu perhiasan,dan kemewahan dunia lainnya
Tapi aku berjanji akan menghadiahimu langit surga bersama Allah dan Rasul Nya..
Dan jalan ini, jalan yang kupilih untuk menemui Sang Maha Cinta agar ku dapat me-minta-kan langit surga untukmu..
-Assyifa-
Ada kekhawatiran yang tersirat di balik tatapan lembutmu. ”kapan kau akan berhenti dari rutinitasmu ini, anakku?”
Tanpa lisanmu terucap pun, binar matamu cukup mewakilinya..
Aku tak mampu menjawabnya, ibu...
Bukan karena aku tak miliki jawabannya.
Tapi biarkan Langit surga yang akan menceritakannya untukmu suatu saat nanti
Aku berjanji akan baik-baik saja disini, bertahan untuk mengumpulkan puing-puing kebahagiaan abadi untukmu, dan bukan kebahagiaan semu
Ya, aku memang tak seperti mereka yang telah mampu membahagiakan kedua orang tuanya dengan kebahagiaan materi. Bukan pula mereka yang mulai sibuk menyiapkan masa depannya.
Aku masih disini dengan segudang agenda dakwah kampusku.
Ibu, aku ingin kau tau betapa indahnya jalan ini. Jalan yang telah membuat kakiku tak mampu berhenti melangkah sebelum langit surga ku tatap, bersamamu....
Ibu, ketika aku berkejar-kejaran dengan waktu di jalan ini, jangan kira aku tak mengingatmu. Justru, wajahmu lah yang menguatkanku agar aku segera bangkit setiap kali terjatuh.
Terangi jalan ini dengan ridhomu,ibu...
Agar aku mampu menapakinya dengan tegar, setegar hatimu
Ijinkan aku tetap berada di jalan ini, ibu...
Karena aku yakin di ujung perjalanan panjang ini ada kebanggaan dan kebahagiaan yang akan ku persembahkan untukmu...
Aku memang tak mampu menghadiahkanmu perhiasan,dan kemewahan dunia lainnya
Tapi aku berjanji akan menghadiahimu langit surga bersama Allah dan Rasul Nya..
Dan jalan ini, jalan yang kupilih untuk menemui Sang Maha Cinta agar ku dapat me-minta-kan langit surga untukmu..
-Assyifa-
Langganan:
Komentar (Atom)