Kamis, 11 November 2010

Alam kemerdekaan tanpa batas

Episode kisah perjuangan mereka yang bergelar pahlwan Indonesia itu hanya terekam lewat lembaran-lembaran sejarah tanpa memiliki arti lebih selain untuk sekedar dihafalkan. Seakan perjuangan telah berakhir dengan berakhirnya halaman terakhir buku sejarah bangsa ini selesai di baca. Semangat membangun negeri yang mereka miliki seakan dianggap telah selesai seiring dengan deklarasi kemerdekaan Negara ini dikumandangkan sehingga tak perlu lagi semangat perjuangan itu dikobarkan di Negara yang telah “merdeka” saat ini.
Semakin terlena oleh kemerdekaan semu ini membuat generasi muda kita memandang kemerdekaan negara kita ini sebagai kemerdekaan tanpa batas. Merdeka melakukan apapun yang mereka mau meski akibatnya adalah rusaknya moral mereka bahkan moral negeri ini. Nikmatnya hidup di negeri yang telah “merdeka” ini jika bisa mendapatkan apa yang diinginkan; mobil mewah, HP canggih, fashion berkelas, kehidupan glamour, pergaulan tanpa batas. Maka untuk apa semangat berjuang membangun negeri?hanya membuang-buang waktu. Sekiranya itulah yang ada dalam mindset mereka saat ini di alam kemerdekaan tanpa batas.
Entahlah, jika mereka begitu menikmati penjajahan pemikiran sebagai sebuah kemerdekaan, haruskah negeri ini merasakan kembali nikmatnya penjajahan fisik untuk bisa memancing semangat berjuang pemudanya??
(Assyifa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar