Kamis, 06 Oktober 2011

Cintaku tak bisa dinilai lewat angka

Dan inilah aku. Aku memang tak seperti yang lain. Bahkan hasil akhirku di perjalanan studi ini bisa jadi penghalang mimpiku. Sudah pasti hasilnya tak sebagus yang lain bahkan mungkin tak bisa disebut bagus. Setidaknya itu yang tergambar dari kumpulan angka yang kudapat selama 4 tahun ini. Tentu telah lahir banyak alasan yang melatarbelakanginya. Bahkan mungkin alasan itu yang membuat orang memicingkan mata dengan hasil yang kuperoleh ini. Ya, inilah hasil dari berjibaku dengan organisasi. Selamat menikmati. Penyesalan memang selalu datang di akhir.
Penyesalan yang mana?menyesal karena telah menghabiskan sebagian waktuku untuk jalan dakwah ini?kujawab dengan pasti, TIDAK!!. Aku tidak pernah menyesal ada di jalan ini. Karena aku benar-benar percaya bahwa Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama Allah. Aku percaya. Jikapun harus ada yang aku sesali, maka itu adalah kekhilafanku sendiri yang tak bisa membagi waktu dengan baik antara kuliah dan amanah dakwah ini. Ya, aku menyesali diriku sendiri bukan pilihanku.
Aku puas dengan hasil ini. Setidaknya dengan hasil ini, aku tidak menipu diriku sendiri, menipu orangtuaku, menipu orang-orang sekitarku dan yang paling penting aku tidak menipu Sang Maha Mengetahui, Allah. Hanya Allah, kertas-kertas ujian dan semua tugas-tugasku yang tau pasti bagaimana caraku untuk mendapatkan angka ini. Sekalipun angka-angka itu tak mampu mewakili apa yang telah aku dapatkan. Biarlah kata munafik terlempar di wajahku, ketika aku tak ingin menipu diri dengan menyontek sekalipun hanya tugas. Ya, silahkan semua orang bebas berpendapat tentangku.
Biarkan aku jelek di mata mereka, asal tidak di mata-Mu. Biarkan mereka palingkan wajah mereka dariku, asal jangan Kau palingkan wajah-Mu dariku. Bukankah Allah menilai proses bukan hasil dan adakah penilaian yang lebih adil dari Sang Maha adil?
Ayah…ibu… biarkan aku membuatmu bangga dengan caraku sendiri. biarkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Maaf jika caraku ini membuatmu sedikit kecewa, tapi ijinkan aku membuktikan bahwa suatu saat nanti, aku akan mempersembahkan langit surga untukmu… langit surga yang nilainya tak terwakilkan lewat angka… karena cintaku tak dinilai dengan angka.

Di Bawah LangitNya, 06 oktober 2011

Assyifa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar