Selasa, 08 November 2011

Benderang lilin di birunya langit


Satu per satu lilin harapanku mulai benderang. Meski bukan aku yang memantik cahayanya. Namun dua diantara lilin-lilin harapanku mungkin takkan pernah menyala. Bukan karena aku tak punya api untuk memantik cahayanya. Aku punya. Dan bukan karena aku tak tau caranya. Aku tau. Tapi aku sendiri yang telah merusak sumbunya. Dan api untuk dua lilin itu akan aku simpan dan ku berikan pada lilin harapan milik ia yang telah memantikkan cahaya untuk satu per satu lilin-lilin harapanku. Dan akan aku tempatkan disamping dua lilinku yang telah kehilangan sumbunya. Agar tetap benderang sekalipun ia telah kehilangan harapan untuk benderang. Untuk bersama-sama benderang menerangi gelap di sekitarnya. Meski mereka takkan sebenderang mentari yang menerangi biru langit.


Di bawah langitNya, 30 oktober 2011

Assyifa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar