Jumat, 24 September 2010

Memaknai landasan sejarah

Dunia Mahasiswa tak luput dari dunia pendidikan. Karena di dunia pendidikanlah mahasiswa dibesarkan dan di balik gelar intelektual yang disandang mahasiswa terdapat tanggung jawab besar untuk membangun negeri lewat tangannya. Sebuah gelar yang tak main-main karena membangun negeri bukanlah hal yang main-main, maka sudah sepantasnya perjalanan ini dicermati dengan baik-baik tak hanya sekedar mencari nilai dan gelar belaka. Maka kemanakah akhirnya arus akan membawa kita nantinya?akankah kita menjadi bagian dari mereka yang hanya mencari nilai dan gelar saja?
Pembesar-pembesar yang kini duduk di kursi mewah di gedung DPR itu, dulunya adalah mahasiswa. Kinerja mereka saat ini bisa jadi adalah dampak dari perjalanan mereka selama di bangku kuliah. Mereka yang tertidur saat rapat, bisa jadi karena terbiasa tertidur saat kuliah. Mereka yang gemar bermain suap, bisa jadi karena mereka terbiasa menyuap seonggok uang untuk nilai A saat kuliah. Karena waktu minimal 4 tahun di bangku kuliah itu, berperan besar untuk membentuk karakter seseorang. Bangku kuliah adalah mesin pencetak pemimpin, dimana seharusnya stock calon pemimpin tersedia dengan kualitas yang membanggakan.
Hal inilah yang perlu digaris bawahi, sistem pembelajaran di bangku kuliah seharusnya bisa menjadi sebuah proses pendewasaan dalam diri mahasiswa di usia transformasi dari siswa menuju mahasiswa, dari remaja menuju dewasa. Maka bukan lagi saatnya memanjakan mereka dengan nilai-nilai besar tanpa memahamkan moral yang baik sebagai bekal mereka sebagai calon pemimpin.
Akan ada banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter, termasuk lingkungan sekitar. Sedangkan, citra mahasiswa yang kini melekat adalah citra buruk. Mereka yang tenggelam dengan dunia narkoba, free sex, dan dunia glamour dalam kasus-kasus yang terpampang di televisi, tak lain adalah mereka yang bergelar mahasiswa, para calon pemimpin bangsa.
Iri rasanya melihat sejarah ke belakang, dimana semangat mencari ilmu di bangku kuliah didasari oleh semangat membangun bangsa, seperti yang dilakukan Ki Hajar Dewantoro, Bung Hatta, Bung karno dan kawan-kawan seperjuangan beliau di masa memperjuangkan kemerdekaan. Belum terlambat kiranya, membangkitkan semangat itu di diri mahasiswa saat ini meski tantangan yang dihadapi tak mudah karena harus bersaing dengan dunia yang semakin menjanjikan kebahagiaan semu melalui gaya hidup yang tak lagi bisa di sebut sebagai gaya hidup orang-orang berpendidikan.
Di luar sana banyak fenomena-fenomena yang tak bisa dipungkiri menjadi trend orang-orang yang mengaku dirinya kaum intelektual. Dengan mudahnya mereka mendapat gelar sarjana tanpa kerja keras merasakan bangku kuliah. Rasanya murah sekali sebuah gelar yang mahal pertanggungjawabannya itu jika hanya dijadikan prasyarat untuk mendapat jabatan terlebih dengan niat menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Maraknya kasus tersebut yang kini bukanlah hal yang tabu itu, telah mencoreng dunia pendidikan terutama dunia kampus. Serta mencoreng semangat yang susah payah dibangun pahlawan-pahlawan pendidikan yang kini hanya tercatat dalam kumpulan lembaran-lembaran sejarah, yang hanya tercetak untuk sekedar dihafalkan tanpa di maknai sebagai semangat perjuangan membangun bangsa.
Jadi, saatnya menjadikan semangat membangun negeri sebagai landasan semangat menempuh bangku kuliah, semangat mencari ilmu.
_Assyifa_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar