Aku, sakura diantara kelopak-kelopak mawar di taman perjuangan ini.
Biarkan warnaku terselip diantara biru, putih, hitam, hijau, kuning dan warna-warni mawar ini. Meski warnaku tak se-elok warna mereka.
Aku ingin belajar menjadi luar biasa dari mereka tanpa harus mengubah diri menjadi mawar. Aku ingin tetap menjadi diriku sendiri, sakura.
Aku percaya bahwa kebersamaan itu lebih indah, dan aku yakin episode kebersamaanku bersama mereka adalah bagian terindah dari episode hidupku.
Kebersamaan ini membuatku mengerti akan indahnya perbedaan jika kita mau saling memahami dan saling mengisi.
Untuk Mawar-Mawar yang bersemi di taman perjuangan. Mawar-Mawar yang bersemi bersama pancaran Nurul Ilmi. Jangan biarkan duri sebagai perisaimu patah oleh angin berhembus tak tentu arah. Karena Mawar tanpa duri sebagai perisainya kan mudah rapuh. Jagalah perisai itu ukhti, jaga pula hatimu agar tak mudah rapuh oleh rasa yang semu. Karena engkau adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Jaga keindahanmu hingga waktu yang tepat tiba.
*mumpung lagi musim bunga mawar nech, tulisan ini kupersembahkan untuk all akhwat IMMNI agar ukhuwah qt terjalin erat dengan saling mengingatkan dalam kebaiakan. Syukron atas ukhuwahnya selama ini ukhti...
-Assyifa-
sakura apa tak kalah indah dr mawar? it's oke...
BalasHapus*salam ukhuwah, keep blogging
~ dy ~
bagiku, sakura lebih memikat hatiku. hehe
BalasHapus