Terlalu banyak kata untuk negeri sakura. Selanjutnya, mimpiku yang kelima. Menjadi seorang menteri pendidikan negeri ini. Aku ingin merubah sistem pendidikan di negeri ini, dengan menggabungkan sistem pendidikan jepang dan sistem pendidikan islam. Lagi-lagi aku sudah terlalu jatuh cinta pada keduanya, Islam dan negeri sakura itu. Silahkan menertawakanku karena aku sendiri pun terkadang menertawakan mimpiku yang satu ini, terlebih dengan IPK yang pas-pasan. Setidaknya jikapun tak sampai kugapai mimpi ini, aku akan tetap berkontribusi untuk dunia pendidikan. Aku ingin memulainya dengan konsep “belajar yang bermanfaat adalah belajar tentang proses belajar”, kalimat ini merupakan kutipan Carl Roger yang sebenarnya sudah jauh-jauh hari Allah ingatkan pada kita. bahwa Allah tidak menilai hasil yg kita capai melainkan Allah akan menilai proses yang kita lakukan untuk mendapatkan hasil tersebut. Lalu adakah yg penilaiannya lebih adil dari Sang Maha Adil?. jadi pendidikan berorientasi pada proses bukan hasil. Agar tak ada lagi sarjana abal-abal yang hanya menjadikan gelarnya sebagai bekal menipu.
Dan mimpi untuk berjalan mengelilingi hamparan bumi Allah yang luas ini. Aku sudah terlanjur jatuh cinta pada masjid.berawal dari masjid penuh cinta, Nurul Ilmi aku berharap bisa mengunjungi masjid-masjid dan saudara-saudara sesama muslim di negeri-negeri non muslim. Agar aku mampu belajar untuk lebih banyak bersyukur dilahirkan di negeri ini, dimana kami bisa bebas menjalankan amalan islam. Tidak seperti mereka (muslim-muslim di Negara non muslim.red)yang mungkin harus mengalami intimidasi dan tekanan dalam menjalankan ibadahnya. Serta menyusuri puing-puing sejarah kejayaan islam, agar menjadi semangatku dalam berjuang di jalan ini. Bahwa islam pernah mendapatkan kejayaannya dan akan mendapatkan kemabli kejayaannya sutu saat nanti. Dan aku ingin menjadi bagian dari mereka yang berjuang mengembalikan kejayaan islam, bukan hanya sebagai penonton. Akhirnya mengakhiri perjalananku di negeri tempat Rasulullah dilahirkan dan negeri islam pertama. Mekkah dan madinah yang dirindukan. Menikmati sujud-sujud panjangku di Masjidil Haram.
Akhir dari semua mimpi itu adalah menemui wajah Sang Maha Indah dan kekasihNya di bawah langit surga, berdekatan dengan ibunda Khadijah dan putrinya yang kukagumi, Fatimah Azzahra yang didampingi Ali bin Abi thalib. Menjadi bagian dari bidadari surga bersama bidadari lainnya terutama bidadari bernama ibu yang mendampingi seorang lelaki bijak bernama ayah. Mendampingi mujahid yang telah menjaga hatiku dalam diam dan berharap kelak menjadi imamku sampai ke surga. bercanda tawa bersama permata-permata kecil yang nanti akan kuantarkan ke dunia hingga ke surga. Dan berkumpul kembali bersama saudara-saudara seperjuanganku di jalan dakwah yang penuh cahaya ilmu…
Seindah apapun rencana kita, jauh lebih indah rencana Sang Maha Indah… maka kuserahkan semua harapku padaNya karena aku yakin ada rahasia dibalik birunya langit..
Di bawah langitNya, 22 Agustus 2011
Assyifa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar