
Segerombolan awan telah menungguku. Aku berjanji akan menyemai bibit sakura di putih lembut awan. Agar kelak ketika musim semi tiba nanti, sakura pun turun menemani beningnya butir-butir air hujan. Hingga jadilah hujan sakura.
Aku tak sendirian. Terlalu banyak awan yang harus kusambangi dari ujung langit ke ujung langit. Untuk itu, sepuluh ekor kanguru berbaik hati menolongku. Mereka memenuhi kantungnya dengan bibit-bibit sakura, kemudian mereka melompat-lompat dengan lincah menghampiri satu per satu awan tanpa ada yang terlewat.
Dan aku, aku tak mau kalah sibuk dengan mereka. Aku sibuk melukis langit. Birunya laut dari ujung laut ke ujung laut bersedia menjadi cat lukisku. Hingga biru cerahnya takkan luntur tersapu angin atau hujan sekalipun. Ia akan tetap menjadi langit biruku. Kelak, birunya akan semakin bercahaya di sinari cahaya ilmu.
Dan semuapun beres. Untuk menutup hari di taman langitku. Aku mengajak kanguru berseluncur di atas pijakan pelangi, sebagai obat hati atas peluhnya dan manis perjuangannya. Sampai-sampai mereka tak mau ku ajak pulang. Mereka berbisik padaku, mereka ingin menjaga sakura disini sampai aku kembali di waktu yang tepat membawa hati yang terjaga dalam diam.
Dan inilah taman mimpiku, taman langitku yang ku beri nama Assyifa. Akan ada senyum yang menyambutmu dari taman langit, Assyifa.
Di bawah LangitNya, 22 Januari 2012
Assyifa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar