Jumat, 30 April 2010

Hidup ini ga se-singkat reality show

Pernah melihat reality show yang menghadiahkan sejumlah uang untuk orang yang bersabar?atau reality show yang mencari orang yang rela berkorban menolong orang dan di penghujung cerita si penolong dikejutkan dengan sejumlah uang dari kru TV tersebut?dan juga Reality show yang mengejutkan orang dengan sejumlah pertanyaan dan setiap jawaban di bayar tunai.
Ternyata indahnya menjadi orang sabar, menjadi orang yang rela berkorban untuk orang lain serta beruntungnya menjadi orang yang berilmu. Buktinya ada balasan dan penghargaan di akhir cerita seperti dalam reality show.
Ajaibnya semua orang berlomba-lomba memutar diri menjadi orang yang sabar, penolong, dan berwawasan luas tapi sayangnya semua terobsesi mendapat hadiah dari reality show.
Sebenarnya tak perlu masuk reality show untuk mendapatkan balasan setelah melakukan kebaikan. Karena sejak reality show belum naik daun bahkan mungkin sejak tivi masih dalam angan-angan. Balasan atau hadiah itu sudah ada untuk orang-orang yang berbuat kebaikan. Bukan satu atau dua juta bahkan bisa melebihi dunia dan seisinya bisa kita dapatkan karena Allah punya kuasa atas hal itu.
Sayangnya, kebanyakan dari kita baru menyadarinya hari ini ketika semua terekam dalam kamera dan menjadi konsumsi public. Dan itupun karena ada aiming-iming imbalan.
“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu”,
“Sessungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.
“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”
Begitu petikan ayat Allah yang menerangkan janji Allah untuk meninggikan derajat bagi orang-orang yang berilmu, Allah akan selalu menyertai orang-orang yang bersabar, dan Allah memberikan predikat terbaik untuk manusia yang bisa menolong orang lain. Jadi, sebenarnya tanpa ada reality show beserta imbalannya masuk dalam kehidupan kita pun Allah akan memberikan balasan yang jauh lebih menggiurkan dari imbalan reality show. (Assyifa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar