Jumat, 30 April 2010

dari Al Furqon untuk Nurul Ilmi

Terlelap d balik deruman mobil yg bising,d antar lantunan sholawat dr musisi jalanan. Hingga Al furqon berdiri tegap di hadapanku dan aku terpesona pd pndangan ptma. Akhrnya ktahuilah bhwa ia bs bgtu mengagumkn krn org2 d skelilingnya bgtu mencintainya dn pedulikannya. Tak pandang mreka adlh org2 besar bergelar besar dan berhati besar. Tak pernah kutemui mreka d Nurul ilmiku. Profesor doktor berpangkat tinggi d univrsts2 trnama itu mau mnyediakn wktnya utk kami,menyediakn luang pikirnya utk memikirkan pusat peradaban kaum intlektual bernama masjid kampus. Andaikn ku temui sosok2 sprti mreka pd kampusku..
"orang2 besar lahir dr masjid kampus!"
"karena kita terlahir utk menjadi seorang pemimpin!".
Bagi mreka menjadi aktfs masjid adlh tugas mulia karena panggilan jiwa. Maka tak da peduli dgn gelar dn jbtn tinggi yg mrka emban.
Andaikn mreka mampu menularkn fikrah mreka pd ptinggi2 d kampusku,mungkin Nurul ilmi kan berdiri tegap dan bersiap utk mnjlnkn peran sbg pusat peradaban. Rangkaian terakhr d tu2p dgn merndhkn hati,menundukn kpla,mernungkn nurul ilmiku nun jauh dsna. Dlm ktndukn tu,mreka tnamkn rasa cinta masjid menusuk k dlm hati kami. Ada kerinduan , ada smgt, ada ksedihn ktika mata ini kupejamkan. Membayangkn Nurul ilmi d thn2 mendatang mampu menjadi terang dlm gelap temaram unswagati..
Dan menanti serta mengejar 30 thn mendatang dmana aktfs masjid kampus,aktfs dakwah kampus kan mampu menjadi org ptma d negeri ini atau mampu meneruskn jejak profsor2 itu. Maka tunggulah saat itu tiba dgn kerja keras,kerja cerdas dan ikhlas utk membuat ibu pertiwi bersuka hati dgn linangan air mata bahagia dlm lantunan lagu "ibu pertiwi" yg sering d serukan siswa2 SD. Bukan mksud tak menghargai karya ismail marjuki,tp kami hanya ingin mlht ibu perthwi bhgia tak lg bersdih hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar