Selasa, 30 maret 2010
Dear Kekasih Allah,
Disini, aku berharap semoga engkau dibanjiri shalawat serta salam dari jutaan umatmu yang masih mencintaimu hingga tiba saatnya kami dipertemukan denganmu. Dan sudikah kiranya engkau menerima cinta dan rindu yang begitu sesak menyesaki dadaku. Rindu ini begitu menyiksaku, hingga airmata ini tak mampu lagi menahan diri untuk tak membasahi pipiku.
Wahai kekasih Allah, malam ini ku bermaksud mengobati rinduku dengan menyaksikan kisahmu melalui sebuah film. Tapi apa yang terjadi? Rinduku ini semakin menjadi dan dadaku semakin sesak dibuatnya. Aku iri bahkan benar-benar iri dengan mereka yang bisa menatap wajahmu, mendengar suaramu, menghabiskan waktu disampingmu, berjuang bersamamu, dan berdiri di hadapanmu agar pedang dan panah-panah yang hendak memburumu itu tak bertengger di tubuhmu melainkan ke tubuhku. Dan jika hal itu terjadi kan kututup usiaku dengan senyuman kebahagiaan tanpa mengindahkan rasa sakit yang dihasilkan tajamnya ujung tombak dan pedang.
Ijinkan aku sebentar saja larut dalam imajinasiku. Dimana ada engkau di hadapanku, maka takkan aku palingkan mataku dari menatap wajahmu yang menentramkan hatiku dan mengingatkanku pada Kekasih Sejatimu. Dan kan kumanjakan telingaku dengan suaramu yang lembut.
Jika saja doraemon benar-benar ada maka kan kupinjam pintu ajaibnya untuk menemuimu di masa indahnya islam bersamamu.
Dear Kekasih Allah,
Disini, aku berharap semoga engkau dibanjiri shalawat serta salam dari jutaan umatmu yang masih mencintaimu hingga tiba saatnya kami dipertemukan denganmu. Dan sudikah kiranya engkau menerima cinta dan rindu yang begitu sesak menyesaki dadaku. Rindu ini begitu menyiksaku, hingga airmata ini tak mampu lagi menahan diri untuk tak membasahi pipiku.
Wahai kekasih Allah, malam ini ku bermaksud mengobati rinduku dengan menyaksikan kisahmu melalui sebuah film. Tapi apa yang terjadi? Rinduku ini semakin menjadi dan dadaku semakin sesak dibuatnya. Aku iri bahkan benar-benar iri dengan mereka yang bisa menatap wajahmu, mendengar suaramu, menghabiskan waktu disampingmu, berjuang bersamamu, dan berdiri di hadapanmu agar pedang dan panah-panah yang hendak memburumu itu tak bertengger di tubuhmu melainkan ke tubuhku. Dan jika hal itu terjadi kan kututup usiaku dengan senyuman kebahagiaan tanpa mengindahkan rasa sakit yang dihasilkan tajamnya ujung tombak dan pedang.
Ijinkan aku sebentar saja larut dalam imajinasiku. Dimana ada engkau di hadapanku, maka takkan aku palingkan mataku dari menatap wajahmu yang menentramkan hatiku dan mengingatkanku pada Kekasih Sejatimu. Dan kan kumanjakan telingaku dengan suaramu yang lembut.
Jika saja doraemon benar-benar ada maka kan kupinjam pintu ajaibnya untuk menemuimu di masa indahnya islam bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar