Dengarlah cinta..
Dalam bisikan hati ini....
Ada namamu diiringi melodi cinta karena Allah
Perhatikanlah...
Kisah kita akan selalu membayangi langkah hidupku
Cinta, tak ada perpisahan bagiku setelah Allah mempertemukan kita.
Bahkan maut pun bukanlah perpisahan untuk kita
Tapi maut akan menjadi awal kebersamaan yang abadi
Cinta, ingatkah indahnya Allah mempertemukan kita??
Kemudian Ia menyatukan kita dalam sebuah nama,
Nama itu mampu menjadi obat di kala sedihku, di kala aku rindu, di kala aku merasa terpuruk
Nama yang dibingkai oleh cinta karena Allah itu mampu menjadi obat hatiku
Nama itu tersusun di atas nama cinta kita karena Allah
maka namamu akan menjadi bagian dari obat hatiku selamanya hingga Allah mempertemukan kita lagi di Jannah-Nya
Ingatkah rumus yang kita buat bersama ??
Kini rumus itu kukembangkan menjadi
Nama kita x cinta Allah = 1
Aku ingin nama kita memiliki tempat khusus di hatimu
Cinta, seperti yang pernah kita sepakati
Bahwa kita semua memang mujahidah yang cengeng, yang mudah sekali menangis
Tak jarang di setiap pertemuan, ada saja air mata yang terjatuh
Bahkan tak jarang kita menangis berjama’ah
Dan aku selalu menyatakan diri bahwa aku jauh lebih kuat dari kalian,
bahwa aku lebih kuat menahan air mata ketimbang kalian
Tapi kini terpaksa kutelan ludahku sendiri
Ketika kutuliskan ini, aku tak mampu menahan air mataku,
Cinta, kuharap aku bisa menghabiskan senja di tepi laut bersamamu
Lalu kan kuijinkan kita berteriak dan menangis berjama’ah
Tapi dengan catatan tangisan kita tak boleh lebih banyak dari senyum yang mampu mejadi semangat
Tapi ingat bukan tangisan sedih karena perpisahan
Melainkan tangisan kebahagiaan karena Allah menghendaki kita untuk dipertemukan dan dipersatukan baik di dunia maupun di akhirat kelak
Dan ingatlah tak ada kata perpisahan dalam cinta kita!!
Maafkan aku, aku hanya ingin mengabadikan nama kita dalam notes ini
Ukhibukifillah ukhti.....
Dalam bisikan hati ini....
Ada namamu diiringi melodi cinta karena Allah
Perhatikanlah...
Kisah kita akan selalu membayangi langkah hidupku
Cinta, tak ada perpisahan bagiku setelah Allah mempertemukan kita.
Bahkan maut pun bukanlah perpisahan untuk kita
Tapi maut akan menjadi awal kebersamaan yang abadi
Cinta, ingatkah indahnya Allah mempertemukan kita??
Kemudian Ia menyatukan kita dalam sebuah nama,
Nama itu mampu menjadi obat di kala sedihku, di kala aku rindu, di kala aku merasa terpuruk
Nama yang dibingkai oleh cinta karena Allah itu mampu menjadi obat hatiku
Nama itu tersusun di atas nama cinta kita karena Allah
maka namamu akan menjadi bagian dari obat hatiku selamanya hingga Allah mempertemukan kita lagi di Jannah-Nya
Ingatkah rumus yang kita buat bersama ??
Kini rumus itu kukembangkan menjadi
Nama kita x cinta Allah = 1
Aku ingin nama kita memiliki tempat khusus di hatimu
Cinta, seperti yang pernah kita sepakati
Bahwa kita semua memang mujahidah yang cengeng, yang mudah sekali menangis
Tak jarang di setiap pertemuan, ada saja air mata yang terjatuh
Bahkan tak jarang kita menangis berjama’ah
Dan aku selalu menyatakan diri bahwa aku jauh lebih kuat dari kalian,
bahwa aku lebih kuat menahan air mata ketimbang kalian
Tapi kini terpaksa kutelan ludahku sendiri
Ketika kutuliskan ini, aku tak mampu menahan air mataku,
Cinta, kuharap aku bisa menghabiskan senja di tepi laut bersamamu
Lalu kan kuijinkan kita berteriak dan menangis berjama’ah
Tapi dengan catatan tangisan kita tak boleh lebih banyak dari senyum yang mampu mejadi semangat
Tapi ingat bukan tangisan sedih karena perpisahan
Melainkan tangisan kebahagiaan karena Allah menghendaki kita untuk dipertemukan dan dipersatukan baik di dunia maupun di akhirat kelak
Dan ingatlah tak ada kata perpisahan dalam cinta kita!!
Maafkan aku, aku hanya ingin mengabadikan nama kita dalam notes ini
Ukhibukifillah ukhti.....
teteh, i love you
BalasHapusI love u tooo, de
BalasHapus