Pernah ngerasain patah hati, sahabat ?
Cuma orang yang hidupnya ribet yang bakal ngerasain patah hati. Kenapa?karena dia gak nyari sesuatu yang sudah pasti dalam hidupnya. Hidup itu cari yang pasti-pasti aja, bener ga sich?
Ibaratnya gini dech, kalo kita mau cari buah-buahan, pastinya kita langsung ke toko buah kan?gak perlu muter-muter nyari di toko buku atau toko besi. Atau kalo kita belum pernah liat lumba-lumba, ya kita harus ke laut kalo mau liat bukannya ke pegunungan. Intinya adalah kalo kita mau cari sesuatu, ya kita cari ke sumbernya atau tempat yang udah pasti ada sesuatu yang kita cari itu, jadi gak perlu muter-muter gak jelas.
Begitupun dengan cinta, sahabat!!mungkin diantara kamu pernah patah hati gara-gara cintamu bertepuk sebelah tangan. Kalo kamu nyari cinta, ya cari dimana Sumber Cinta itu berasal. Yupz, jawabannya kita cari pada Sang Pemberi Cinta alias Allah swt. Kalo kamu cinta ma cowo atau cewe puajaanmu belum pasti cinta kamu berbalas kan? Tapi beda kalo kamu cinta ma Allah, Dia gak bakal mungkin nolak cinta kamu!!Dia adalah Dzat yang tak kan pernah sanggup menolak cinta hambaNya. Dan Dia adalah Dzat yang pemalu untuk mengembalikan tangan hambaNya dengan kehampaan. Bahkan ketika kamu punya cinta seluas lautan maka Ia akan membalas cintamu sebesar dunia beserta isinya.
Kalo cewe atau cowo pujaanmu itu minta banyak syarat supaya cintamu diterima; harus beli banyak hadiah, harus punya motor, harus traktir makan plus nonton setiap weekend, harus ngerjain tugas-tugas kuliahnya, dan seabrek permintaan yang ujung-ujungnya bakal ngerugiin diri kamu sendiri. Tapi Allah gak minta banyak supaya cintamu diterima, kamu gak mesti banyak uang and gak mesti ganteng atau cantik. Karena Allah liat smua hambaNya punya derajat yang sama Cuma keimanan yang membuatnya lebih istimewa.
Nah, sekarang gimana caranya supaya menghadirkan cinta kepada Allah dalam hati kita. Kata orang tak kenal maka tak sayang. So, kenali dulu Cinta Sejati kita. Gimana caranya??salah satu caranya lewat akal. Coba berfikir dan merenungi ayat-ayat Allah yang ada di alam misalnya: lewat fenomena terjadinya alam, fenomena pengabulan do’a, fenomena hikmah, fenomena petunjuk dan ilham. Begitu juga lewat ayat-ayat Qur’aniyah- Nya dalam surat cintaNya alias Al-Qur’an, seperti keindahan penyampaian, ketinggian bahasa, adanya penemuan-penemuan ilmiah, adanya kisah-kisah kaum terdahulu, bahkan pemberitahuan kejadian-kejadian di masa yang akan datang. Dengan merenungi hal-hal tersebut kita akan tau betapa Maha Besarnya Allah, betapa Hebatnya Dia. Dan selanjutnya akan timbul kekaguman dalam diri kita yang merupakan bibit-bibit hadirnya Cinta.
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah. (Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)
Mungkin sebagian orang berfikir “duh, berat banget ya caranya”. Tapi cara yang menurut kamu berat itu sebenarnya akan berbuah kebaikan bagi dirimu sendiri. Dengan semua itu InsyaAllah kamu akan bertemu denganNya di tempat Maha indah bernama surga, sedangkan syarat-syarat yang harus kamu lakukan demi cinta cewe atau cowo pujaan kamu itu gak bakal ngejamin kamu masuk Surga kan?dan belum tentu juga kamu akan bertemu dengan si dia di kehidupan akhirat nanti. Kalopun kamu beruntung bersama-sama dengan si dia lagi di kehidupan nanti, belum tentu dia akan berada di surga kalo dia masuk neraka??Naudzubillahimindzalik.
Maka dari itu sahabat MINI, kita harus berhati-hati pada rasa cinta yang kita punya jangan sampai cinta yang kita punya termasuk cinta yang hina yaitu cinta berdasar hawa nafsu atau cinta yang lebih mengutamakan dunia dan melupakan Allah.
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54).
Semoga kita termasuk ke dalam kaum tersebut. Amin..
Wallahu’alam bishowab. (Assyifa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar