Selasa, 25 Mei 2010

Diantara terompet dan bom

Semalam pelosok negeriku riuh oleh suara terompet,
kau tau di negeri malang bernama Palestina riuh oleh suara tembakan dan bom di pelosok negerinya.
Semalam lazuardi negeriku benderang oleh cahaya kembang api,
kau tau di lazuardi tempat Al Aqsho bernaung benderang oleh kilatan bom mengotori indahnya lazuardi nauangan Al Aqsho.
Semalam sauadara-saudaraku di negeriku tertawa bahagia menyambut datangnya tahun baru,
kau tau saudara-saudaraku di negeri para nabi itu menangis, menjerit, merintih, menahan sakit, menahan lapar, menyambut serangan bengis yahudi laknatullah.
Semalam saudara-saudaraku menghabiskan waktu di gemerlap cafe, seraya berteriak ”Happy New Year!!”.
Kau tau saudara-saudaraku yg lain menghabiskan waktu di barak-barak penampungan, di rumah sakit, bahkan mungkin sembunyi di bawah puing-puing rumah mereka yg telah hancur, sembari berteriak ”Rabb...dimana saudara-saudara seimanku di saat aku membutuhkannya...”.
Saudaraku, karena iman kita dipersaudarakan
Karena iman, kita ini bagai satu tubuh
Karena kita ini satu tubuh maka ketika ada satu anggota tubuh yg sakit,anggota tubuh yg lainpun akan merasakan sakit.
Harusnya....
Tapi, apa yg kusaksikan hari ini..??
Pahit rasanya menyaksikan dua hal jauh yg berbeda
Getir kurasa, hanya dapat berdiam diri menyaksikan hal yg menyesakkan itu.
Ya illahi ..aku percaya janjiMu benar adanya,
Engkau akan mengabullkan doa seorang saudara yg mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu.
Jadikan setiap tetes darah mereka bahan bakar untuk menuju surga-Mu
Jadikan setiap jerit tangis mereka kekuatan untuk meraih surga-Mu
Maka jadikan setiap peluru yahudi lakanatullah itu gumpalan api yg siap menerkam mereka
Ya illahi..aku percaya adzab-Mu pedih adanya.
(Assyifa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar