Selasa, 25 Mei 2010

Titah cinta

Kubawa kakikku melangkah sejauh mungkin
Kupaksakan kakikku berlari secepat mungkin
Kudengarkan hatiku berbisik
“pergi dan lupakan semuanya tentang mereka!!”
Tapi kurasakan berat langkahku
Kulihat mereka menyatu dengan bayanganku di setiap jengkal langkahku
Kucoba untuk menutup mata, telinga, hati, dan anganku dari mereka
Tapi mata, telinga, hati, dan anganku lebih menuruti titah Tuhannya ketimbang titahku
Mataku menyadarkanku bahwa ia adalah saksi bisu berapa banyak air mata bahagia, sedih, haru ketika kususuri titah cinta bersama mereka
Telingaku berontak karena ia adalah saksi bisu gema takbir penyemangat ketika kuperjuangkan titah cinta bersama mereka
Anganku mengingatkanku bahwa ia adalah saksi bisu berapa banyak kenangan manis dan pahit ketika kuarungi titah cinta bersama mereka
Hatiku berteriak bahwa ia adalah saksi bisu betapa besar rasa cinta itu tertanam untuk mereka
Semakin cepat aku berlari, semakin kurasakan bisikan angin
“kembalilah dan ingatlah semuanya tentang mereka!!”
Kutengokkan kepalaku dan aku melihat mereka melambaikan tangan dengan air mata
“kami mencintaimu karena Allah, kau dititahkan untuk berjuang bersama kami untuk syahid”
“Allahu akbar !!”
Kuraih tangan mereka dan menyambut takbir dengan airmata yang jatuh sebagai bukti cintaku pada sang Maha Cinta yang telah memberiku titah untuk menjumpaiNya di surga. (Assyifa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar